Flyover Panam Pekanbaru Mulai Disiapkan, Pemko Cari Jalur Alternatif untuk Antisipasi Kemacetan
PEKANBARU, NALARKAN.COM – Rencana pembangunan Flyover Simpang Panam, Kota Pekanbaru, mulai memasuki tahap persiapan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan terjadi selama proses pembangunan jalan layang tersebut.
Flyover yang akan dibangun di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti itu diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Panam, terutama pada jam sibuk.
Berdasarkan informasi terbaru pada Rabu (4/11/2026), Pemko Pekanbaru mulai memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi digunakan sebagai jalur pengalihan arus kendaraan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan salah satu jalan yang dipersiapkan adalah Jalan Dharma Bakti di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau yang mengarah ke Buluh Cina.
"Seperti dari arah Kampar menuju ke Pekanbaru, di kawasan UIN itu ada jalan menuju ke Buluh Cina, namanya Jalan Dharma Bakti. Itu mau kita beton dulu, supaya bisa dipakai dengan baik," kata Markarius, Rabu (4/11/2026).
Menurut Markarius, peningkatan jalan tersebut diupayakan melalui anggaran perubahan APBD 2026. Pemerintah kota berharap akses alternatif itu dapat segera difungsikan sebelum pekerjaan fisik flyover dimulai.
Selain Jalan Dharma Bakti, Pemko Pekanbaru juga menginventarisasi sejumlah akses lainnya, termasuk jalur yang menghubungkan kawasan Jalan Sukakarya dengan Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang.
Markarius menjelaskan bahwa pemerintah menerima berbagai masukan dari pengurus RT dan RW terkait kemungkinan pembukaan akses jalan baru. Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan tidak seluruhnya bertumpu pada persimpangan utama Panam selama proyek berlangsung.
"Target kita, jalan-jalan alternatif yang bisa menghindari kemacetan di Simpang 4 itu (Panam), itu harus dicari. Kemarin itu sudah ketemu, ada beberapa masukan dari RT RW yang bisa kita tindaklanjuti," ungkapnya.
Pembangunan Fisik Ditargetkan Mulai 2027
Sementara itu, pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti atau Simpang Panam direncanakan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau bertanggung jawab terhadap proses pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau.
Berdasarkan pendataan pemerintah, terdapat 94 persil tanah yang perlu dibebaskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.
SF Hariyanto mengatakan pemerintah daerah menargetkan penyelesaian ganti rugi lahan pada akhir 2026 agar pembangunan tidak mengalami keterlambatan.
"Dari data yang dikumpulkan di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan. Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun 2026 ini," kata SF Hariyanto, Rabu (22/7/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa proses persiapan administrasi dan teknis pembangunan berjalan secara bersamaan. BPJN Riau telah memfinalisasi Detail Engineering Design (DED) serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Panjang Flyover Mencapai 644 Meter
Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, sebelumnya memaparkan bahwa Flyover Simpang Panam dirancang memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter.
Jembatan layang tersebut akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang, dengan panjang oprit sekitar 145 meter dari arah Pekanbaru dan 160 meter dari arah Bangkinang.
Selain itu, struktur flyover dirancang memiliki lebar 18,8 meter dengan ketinggian ruang bebas atau clearance mencapai 5,3 meter.
Yohanis menjelaskan bahwa pembangunan tersebut dirancang untuk mengurangi titik konflik kendaraan di persimpangan, sehingga arus lalu lintas dari berbagai arah dapat bergerak lebih lancar.
"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," ujar Yohanis saat memaparkan desain pembangunan pada Juli 2026.
Tidak hanya mengutamakan fungsi transportasi, desain flyover juga direncanakan mengusung ornamen khas Melayu. Konsep tersebut diharapkan menjadikan infrastruktur itu sebagai salah satu ikon baru Provinsi Riau.
Masyarakat Diminta Bersiap Menghadapi Rekayasa Lalu Lintas
Dengan rencana pembangunan yang semakin mendekati tahap pelaksanaan, keberadaan jalur alternatif menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan pemerintah.
Kawasan Simpang Panam merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar serta sejumlah wilayah lainnya. Karena itu, pengaturan lalu lintas selama pembangunan diperkirakan membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Pemko Pekanbaru diharapkan dapat memastikan akses alternatif benar-benar siap digunakan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Masyarakat, khususnya pengguna Jalan HR Soebrantas, Jalan Garuda Sakti, dan Jalan Kubang Raya, juga perlu mengikuti informasi rekayasa lalu lintas yang nantinya diberlakukan pemerintah.
Jika terealisasi sesuai target, Flyover Simpang Panam diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Pekanbaru dan sekitarnya.
Opini Pembaca
Belum ada opini untuk berita ini.
Ingin menyampaikan pendapat? Masuk atau daftar terlebih dahulu. Opini diperiksa redaksi sebelum tampil.
Ingin menulis tanggapan yang lebih panjang? Tulis artikel opini untuk berita ini →