Skip to content
Breaking

Harga Kelapa di Inhil Jadi Sorotan, Petani Berharap Pemerintah Segera Berikan Solusi

Rabu, 04 Nov 2026 21:45 WIB

TEMBILAHAN, NALARKAN.COM — Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas perkebunan tersebut.

Sebagai salah satu sentra penghasil kelapa terbesar di Indonesia, kondisi harga kelapa di Inhil memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Namun, fluktuasi harga dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi para pekebun.

Berdasarkan sejumlah pemberitaan sebelumnya, harga kelapa bulat di tingkat petani Inhil sempat mengalami penurunan hingga kisaran Rp1.900–Rp2.200 per kilogram. Angka tersebut jauh dari perkiraan biaya produksi berdasarkan standar Good Agricultural Practices (GAP) yang mencapai Rp3.819 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat pendapatan petani semakin tertekan, terlebih biaya panen, tenaga kerja, dan transportasi juga harus diperhitungkan.

Hilirisasi Kelapa Kembali Didorong

Di tengah persoalan harga tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Riau kembali mendorong pengembangan industri hilirisasi kelapa.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan The 3rd BEDELAU 2026 yang digelar di Pekanbaru, Rabu (4/11/2026), dengan mengangkat tema potensi hilirisasi kelapa bagi perekonomian Riau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, menyampaikan bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Riau yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kabupaten Indragiri Hilir menjadi salah satu pusat utama produksi kelapa yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan sektor tersebut.

Petani Berharap Harga Lebih Stabil

Persoalan harga menjadi perhatian penting bagi keberlangsungan perkebunan kelapa rakyat. Petani membutuhkan kepastian pasar dan harga jual yang mampu memberikan keuntungan layak.

Pengembangan industri pengolahan kelapa diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas pasar, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan kelapa mentah.

Dengan demikian, potensi besar perkebunan kelapa di Inhil tidak hanya memberikan keuntungan bagi industri, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani kelapa.

Opini Pembaca

Belum ada opini untuk berita ini.

Ingin menyampaikan pendapat? Masuk atau daftar terlebih dahulu. Opini diperiksa redaksi sebelum tampil.

Ingin menulis tanggapan yang lebih panjang? Tulis artikel opini untuk berita ini →