Skip to content
Breaking

Pekanbaru Jadi Daerah Percontohan Program MBG Konsep Prasmanan

Jumat, 06 Nov 2026 19:54 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, mendampingi anggota DPR RI, Andre Rosiade ke SPPG Labuh Baru Barat 2 Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Jumat (19/6/2026). - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU, NALARKAN.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan Kota Pekanbaru sebagai daerah percontohan atau pilot project pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di Provinsi Riau. Program ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin, 9 November 2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Syamsuwir, mengatakan bahwa pelaksanaan tahap awal program tersebut akan dipusatkan di SD Islam Unggul Asy-Syakirin.

"Pelaksanaannya dimulai hari Senin depan, tanggal 9 November 2026," ungkap Syamsuwir usai mengikuti rapat Monitoring Percepatan Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, Jumat (6/11/2026).

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Melati, Lantai 3 Kantor Gubernur Riau. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, memimpin rapat. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

Syamsuwir menjelaskan, konsep prasmanan merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh BGN dalam pelaksanaan program MBG.

"Kami dari Pemerintah Kota Pekanbaru siap menyukseskan pelaksanaan program ini," ujarnya.

Selain membahas penerapan konsep prasmanan, rapat tersebut juga menyoroti jangkauan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sementara itu, Kepala KPPG Riau, Ranto, menyampaikan bahwa penunjukan Pekanbaru sebagai daerah percontohan MBG dengan konsep prasmanan menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan inovasi pelayanan pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam menikmati makanan bergizi sekaligus membangun interaksi sosial di lingkungan sekolah.

Ranto menyebutkan, pelaksanaan tahap awal masih memiliki sasaran terbatas, yakni peserta didik dari dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 50 hingga 70 orang.

"Kami berharap doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin besok dapat berjalan lancar," ucapnya.

Ia juga berharap konsep makan bersama melalui sistem prasmanan dapat memberikan dampak positif terhadap interaksi antarpelajar.

"Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan memperoleh pengalaman sosial yang positif di sekolah," tutup Ranto.

Opini Pembaca

Belum ada opini untuk berita ini.

Ingin menyampaikan pendapat? Masuk atau daftar terlebih dahulu. Opini diperiksa redaksi sebelum tampil.

Ingin menulis tanggapan yang lebih panjang? Tulis artikel opini untuk berita ini →