Skip to content
Breaking

7.046 Rumah di Riau Masuk Program Bedah Rumah 2026, Pemkab dan Pemprov Percepat Pembangunan

Senin, 19 Okt 2026 15:31 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto

PEKANBARU, NALAR­KAN.COM — Sebanyak 7.046 unit rumah di Provinsi Riau masuk dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tahun 2026. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang lebih layak.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus mendorong percepatan pelaksanaan program tersebut.

Berdasarkan informasi Media Center Provinsi Riau pada 23 September 2026, progres pembangunan rumah penerima bantuan masih bervariasi. Sebagian rumah berada dalam tahap pengerjaan, sementara sebagian lainnya telah selesai dibangun.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III, Iswanto, menyebutkan bahwa program tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Setiap penerima bantuan memperoleh dana sebesar Rp20 juta yang disalurkan langsung melalui rekening penerima. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah tidak layak huni dan memenuhi kriteria program.

Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni sebanyak 1.000 unit rumah. Pemerintah menargetkan seluruh pengerjaan fisik program BSPS di Riau dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026.

Program bedah rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal keamanan, kesehatan, dan kenyamanan tempat tinggal.

Selain percepatan pembangunan, pengawasan dan ketepatan sasaran penerima bantuan juga menjadi aspek penting agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target dan membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Provinsi Riau.

Sumber: Media Center Provinsi Riau dan ANTARA News

Opini Pembaca

Belum ada opini untuk berita ini.

Ingin menyampaikan pendapat? Masuk atau daftar terlebih dahulu. Opini diperiksa redaksi sebelum tampil.

Ingin menulis tanggapan yang lebih panjang? Tulis artikel opini untuk berita ini →