Skip to content
Breaking

PEMERINTAH PETAKAN POTENSI EKSPOR INDONESIA KE CHINA, AS, JEPANG, DAN INDIA

Kamis, 15 Okt 2026 01:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

JAKARTA, NALARKAN.COM – Pemerintah Indonesia memetakan peluang peningkatan ekspor ke empat pasar utama, yaitu China, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan India. Pemetaan tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi selisih antara nilai ekspor Indonesia saat ini dan potensi ekspor yang masih dapat dikembangkan di masing-masing negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perkembangan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penguatan strategi ekspor yang berorientasi pada komoditas dan pasar tujuan.

Menurut Airlangga, langkah tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas yang memiliki kapasitas ekspor tinggi, memetakan kesenjangan antara ekspor Indonesia dan kebutuhan impor negara mitra, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

Berdasarkan hasil pemetaan pemerintah, China memiliki potensi export gap sebesar 31 miliar dolar AS. Peluang tersebut terutama terdapat pada komoditas mineral dan logam beserta produk turunannya, sumber daya mineral, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.

Sementara itu, potensi export gap di Amerika Serikat mencapai 14 miliar dolar AS. Peluang ekspor ke negara tersebut meliputi produk kendaraan, mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.

Di pasar Jepang, potensi kesenjangan ekspor tercatat sebesar 5,5 miliar dolar AS. Komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan meliputi mineral dan logam, hasil laut, produk nabati, serta bahan kimia.

Adapun India memiliki potensi export gap sebesar 10 miliar dolar AS. Peluang tersebut berasal dari komoditas mineral dan logam, bahan kimia, mesin dan elektronik, serta produk nabati.

Airlangga menjelaskan bahwa hasil pemetaan tersebut memperlihatkan pentingnya mengoptimalkan pasar yang selama ini telah menjadi tujuan ekspor Indonesia. Upaya peningkatan ekspor tidak hanya berfokus pada pencarian pasar baru, tetapi juga perlu diarahkan pada pendalaman pasar yang sudah ada.

Untuk merealisasikan peluang tersebut, pemerintah akan mendorong penguatan ekspor berbasis komoditas dengan menyesuaikan kapasitas produksi dalam negeri terhadap kebutuhan spesifik negara tujuan.

Pendekatan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan, hingga manufaktur. Pemerintah juga melakukan pemetaan terhadap peluang ekspor produk elektronik, teknologi, dan telekomunikasi.

Selain itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) bersama pelaku usaha guna mengatasi berbagai kendala ekspor. Hambatan yang menjadi perhatian meliputi regulasi, standardisasi persyaratan pasar, hingga persoalan teknis yang dihadapi di lapangan.

Airlangga berharap langkah tersebut dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia sekaligus memperkuat ekspor produk bernilai tambah dan mendorong diversifikasi komoditas.

Melalui optimalisasi pasar utama, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor tidak hanya tercermin dari pertumbuhan nilai ekspor secara keseluruhan, tetapi juga dari semakin kuatnya ekspor produk bernilai tambah dan beragamnya komoditas yang dipasarkan.

Dengan demikian, peluang pasar yang masih terbuka di China, Amerika Serikat, Jepang, dan India diharapkan dapat dimanfaatkan secara konkret untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Sumber: Antaranews.com

Redaksi: Nalarkan.com

Opini Pembaca

Belum ada opini untuk berita ini.

Ingin menyampaikan pendapat? Masuk atau daftar terlebih dahulu. Opini diperiksa redaksi sebelum tampil.

Ingin menulis tanggapan yang lebih panjang? Tulis artikel opini untuk berita ini →